Rabu, 06 April 2011
Dialog lelaki dan perempuan
Laki-laki: Kami laki-laki, berusaha dan bersungguh-sungguh bekerja dalam kehidupan. Memerangi kesulitannya dan bergulat dengan keletihan. Kembali ke rumah dalam keadaan lelah. Kami ingin kata-kata cinta dan pelayanan, sentuhan kelembutan, belas kasih dan kelembutan hati. Namun kami tidak mendapatkan semua itu.
Perempuan: Kami perempuan, mengatur urusan rumah dan mendidik anak-anak kalian, membuat sarapan bagi kalian. Tapi kami tidak melihat dari kalian, kecuali pengingkaran dan protes.
L: Bukankah itu adalah hal penting yang harus kalian kerjakan?
P: Kalian pun demikian, karena kita semua adalah sama, kan?
L: Tapi, perempuan itu kan gumpalan kelembutan hati dan cinta. Maka kami mengharapkan dari kalian rasa cinta dan kelembutan hati untuk menghilangkan kepenatan hidup dengan ucapan yang lembut dan perasaan yang manis.
P: Bagaimana mungkin air diharapkan pada sungai yang kering dan bagaimana mungkin kalian mengharapkan dari kami cinta dan kelembutan sedangkan kami tidak mendapatkannya dari kalian? Sementara kalian pun tahu, bahwa wanita itu menyenangi kata-kata yang manis dan merah wajahnya dengan sentuhan cinta dan kelembutan yang akan melahirkan generasi yang membahagiakan lingkungannya.
L: Bagaimana mungkin kalian mengharapkan dari kami ucapan tersebut sedangkan kami tidak mendapatkan waktu untuk itu? Kami menceburkan diri ke lautan kehidupan untuk membekali dan memberi apa yang kalian minta.
P: Ah, seandainya kalian tahu bahwa kebutuhan kami akan cinta itu sebenarnya lebih besar dari materi. Perempuan itu adalah bunga kelembutan yang hidup dengan tetesan cinta.
L: Apa sebenarnya yang kalian inginkan dari kami hingga kami melakukannya demi membahagiakan kehidupan kita?
P: Agar kalian hidup di surga kebahagiaan dan menikmati kesenangan dan kelezatan, maka bantulah kami dengan cinta kalian, pasti kami akan membuat keletihan kalian menjadi ketenangan, keputus-asaan menjadi harapan dan kesedihan menjadi kebahagiaan.
L: Semoga aku dapat menghilangkan beban kaum pria sekarang ini dan memberi kepuasan hingga kami merasakan kelezatan hidup.
P: Kami pun demikian, semoga aku dapat memberi kepuasan kepada wanita agar dapat mengarungi kehidupan dalam keseimbangan. Kami nikmat dengan membahagiakan kalian dan kami mencintai kalian dan sebaliknya. Kami menenun benang-benang harapan di tanah keputus-asaan dan membawa kalian ke surga cinta dan kelembutan.
(Fayiz Salim al-Balwy ~al-Lamsah al-Sihriyyah Fy al-Sa'adah al-Zaujiyyah~)
Minggu, 30 Januari 2011
Rabu, 22 Desember 2010
Kekayaan Jiwa
Jadi, ia memanggil Gubernur Distrik Xue Di. Gubernur dari Xue Di ini adalah seorang pria yang tangguh bernama Meng Changjun.
Raja Qi berkata : aku akan memberimu jabatan dalam pemerintahanku.
Maka Gubernur Meng Changjun pun pindah ke Kerajaan Qi.
Tibalah saatnya menarik pajak dari rakyat Xue Di (Meng Changjun masih menjabat sebagai Gubernur Xue Di). Ia memanggil pembantunya, Feng Yuan.
Gubernur Meng : kembalilah ke Xue Di. Kumpulkan pajak untukku.
Feng Yuan : apakah uangnya harus saya bawa kembali ke sini?
Meng : tidak. Belilah sesuatu dengan uang itu.
Feng : apa yang harus saya beli?
Meng : kau mengetahui segala yang kumiliki. Beli sesuatu yang tak kumiliki.
Jadi pembantu itu melihat-lihat isi rumah Meng Changjuan di ibukota Qi.
Kemudian ia naik kereta kuda ke distrik Xue Di.
Sesudah itu, ia kembali ke kerajaan Qi.
Meng Changjuan : apa yang kau beli dengan uang itu?
Feng Yuan : saya sudah memeriksa rumah Anda. Anda punya emas dan perak. Anda punya anggur dan makanan. Anda punya istri dan keturunan. Saya membeli sesuatu yang tidak Anda miliki.
Meng : apa itu yang tak kumiliki?
Feng : cinta dari rakyat Anda.
Meng : bagaimana caramu membeli cinta?
Feng : saya memberi tahu rakyat Xue Di bahwa Anda menghapuskan utang-utang mereka. Ini akan membantu mereka untuk mencintai Anda.
Meng Changjun marah sekali. Dia berkata : kau telah melakukan kesalahan besar. Kau telah menghambur-hamburkan uangku.
Tapi setelah kejadian itu, Raja Qi mengatakan kepada Gubernur Meng bahwa ia sudah tak membutuhkannya lagi dan boleh pulang ke Distriknya.
Meng changjun pun pulang. Dia masih marah kepada pembantunya. Dia tiba di Xue Di.
Didapatinya seluruh rakyat Xue Di berbaris di jalan-jalan untuk menyambutnya. Mereka semua mencintainya. Mereka bersorak-sorai. Mereka meneriakkan namanya.
Dia bahagia. Ia menoleh kepada pembantunya. Katanya :
sang pembantu telah mengajari sang majikan.

Bilah Rumput, pikiran yang dangkal menganggap hanya harta benda duniawi sajalah yang bernilai. Orang-orang bijak tahu bahwa KEKAYAAN JIWA SULIT DITEMUKAN DAN JAUH LEBIH BERHARGA. Semakin cepat kau menyadarinya, semakin cepat kau terlahir.
(Mutiara Kebijakan Timur oleh C.F.Wong, bagian 22)
Minggu, 10 Oktober 2010
Warna Sesuatu yang Mempengaruhi Kehidupan
Sumber: www.AnneAhira.com
Warna, kata umum atau general untuk menjelaskan sebuah efek cahaya yang di tangkap oleh mata kita agar dapat melihat bentuk di sekeliling kita dan membedakannya.
Tapi untuk saat ini banyak peneliti yang melakukan penelitian mengenai warna, yang dimaksud disini ialah pengaruh dari warna terhadap kita, terutama pengaruhnya terhadap kesehatan, bahkan sampai kehidupan sosial kita sendiri.
Banyak peneliti yang sudah membuktikan pengaruh dari warna terhadap psikologi bahkan dari segi fisikal kita. Memang tampaknya tidak mungkin tapi peneliti telah banyak membuktikannya. Dan terkadang pilihan warna kesukaan andapun dapat memperjelas karakter anda yang sesungguhnya
Lalu bagaimanakah warna ini dapat mempengaruhi kesehatan kita. Cahaya atau warna secara fisikal akan beradiasi sehingga mencapai bagian otak yang di sebut hypothalamus. Setiap warna memiliki panjang gelombanng yang berbeda-beda, dan hal ini membuat hypothalamus merangsang mengeluarkan hormone yang dapat mempengaruhi system endokrin yang berbeda pula.
Dan hal inilah yang dapat mempengaruhi sistem kesehatan kita. Warna merah bisa juga untuk menstimulasi, menaikkan tekanan darah, dan pengeluaran racun dalam tubuh.
Walaupun Anda sedikit tidak mempercayainya, tetapi sudah banyak yang menggunakan terapi warna ini. Di negara-negara maju. Menggunakan terapi warna ini sebagai salah satu sarana untuk mempercepat pengobatan. Selain itu juga sebuah warna memperjelas kadar emosi kita. Karakter kita bahan bisa dikatakan bagaimana mood kita pada saat itu.
Warna bisa dikatakan sebagai pemanis, penyedap, atau bisa juga dikatakan memperindah sesuatu jika Anda memilihnya dengan tepat. Bahkan seorang fashion designer dan pembuat dekorasi murah sangat berhati-hati dalam memilih sebuah warna dalam melakukan apa yang menjadi pekerjaan mereka.
Mari kita lihat beberapa warna yang di percaya dapat mempengaruhi emosi kita.
- Hijau
Sebuah warna natural, bisa membantu untuk menenangkan bahkan untuk mempertajam penglihatan kita, biasanya di gunakan untuk warna rumah sakit
- Biru
Warna ini lebih cenderung mewakilkan sifat sebuah pemikiran jernih, kepintaran, dan hal-hal yang berhubungan dengan pengorganisir
- Orange
Warna ini mewakilkan kebahagiaan, kekayaan dan sesuatu yang menyenangkan
- Merah
Warna ini merupakan warna yang melambangkan emosi kita sangat melambangkan emosi kita, tapi sekaligus melambangkan rasa kepercayaan diri kita, kepemimpinan kita dan kemurahan
- Kuning
Warna ini bisa membangkitkan mood anda. Aau mempengaruhi mood anda dalam mengerjakan sesuatu atau menjalankan sesuatu
- Hitam
Warna ini melambangkan individualisme dan perlindungan, atau hal yang lainnya. Bisa dikatakan warna ini melambangkan sebuah kemisteriusan atau sebuah rahasia yang ada di dalam diri anda
- Putih
Warna ini merupakan favorit bagi sebagian orang, karena warna ini melambangkan kepolosan dan kemurnian dari jiwa seseorang, atau hal-hal lainnya.
- Ungu
Warna ini dihubungkan dengan kekayaan, kekuasaan, luxury dan ambisi. Selain itu juga melambangkan kebijaksanaan, dignity, kemandirian, kreativitas. Dan sesuatu yang ajaib.
Warna-warna tersebutlah yang biasa di gunakan sebagai terapi warna yang dipercaya dapat mempengaruhi keadaan emotional. Terlepas benar atau tidaknya maka hal ini sudah menjadi apa yang dikatakan kepercayaan masyarakat. Bahkan mereka sampai sangat hati-hati sekali dalam memilih warna meskipun hal itu hanya untuk sesuatu yang sepele.
Terapi warna di gunakan untuk menyeimbangkan pikiran, tubuh dan jiwa. Warna itu sendiri di gunakan untuk menyeimbangkan fisikal, emosional dan permasalahan spiritual. Dan biasanya media yang digunakan pun bermacam-macam, sebenarnya sesuatu yang bisa memancarkan warna sudah menjadi hal yang penting.
Mungkin memang warna bisa mempengaruhi apa yang menjadi kehidupan kita. Bahkan dalam kehidupan kita di penuhi dengan warna sehingga tanpa sadar kita sendiri telah memasuki pengaruh warna itu sendiri. Jika pemilihan warna dapat memperjelas karakter kita dan sisi emosional kita mungkin ada baiknya jika kita memang harus berhati-hati dalam memilih sebuah warna.
Rabu, 25 Agustus 2010
Drinking and driving : the death of an innocent (Minum dan berkendara : kematian seorang yang tak bersalah)
(Aku pergi ke sebuah pesta, ma, dan memikirkan kata-katamu)
You had asked me to not drink, so I drank no alcohol
(Mama memintaku untuk tidak minum, jadi aku tidak minum minuman beralkohol)
I felt very proud, mom, just as you had predicted
(Aku merasa sangat bangga, ma, seperti yang mama perkirakan)
I have not been drinking anything before driving, mom, even if other mocked me
(Aku tidak minum apapun sebelum berkendara, ma, meski yang lain mengejekku)
I know that is was right, mommy, and that you are always right
(Aku tahu bahwa itu benar, ma, dan bahwa mama selalu benar)
The party is coming to an end, mom, and all drive away
(Pestanya berakhir, ma, dan kami semua menjauh)
When I got into my car, mom, I knew that I would come home safely :
(Ketika memasuki mobilku, ma, aku tahu kalau aku akan pulang ke rumah dengan selamat :)
Because of your education - as responsible and fair
(Karena pengajaranmu - untuk bertanggungjawab dan bersikap adil)
I drove slowly, mommy, and turned into the street
(Aku melaju pelan, ma, dan berbalik menuju jalan raya)
But the other driver did not see me
(Tapi pengendara lain tidak melihatku)
And his car hit me with full force
(Dan mobilnya menghantamku dengan kekuatan penuh)
As I lay on pavement, mom, I heard the policeman say,
(Saat aku terbaring di trotoar, ma, aku mendengar polisi berkata,)
the other was drunk
(pengendara lain mabuk)
And now I'm the one who has to pay the penalty
(Dan sekarang aku yang harus menerima ganjarannya)
I'm lying here dying, mom, oh please, come but fast
(Aku terbaring disini sekarat, ma, kumohon datanglah dengan cepat)
How could this happen to me?
(Bagaimana ini bisa terjadi padaku?)
My life burst like a ballon
(Hidupku pecah seperti sebuah balon)
All around, everything is full of blood, mommy, most of it is from me
(Di sekelilingku, penuh dengan darah, mama, sebahagian besar berasal dariku)
I hear the medic say, mom, that there is no help for me
(Aku mendengar petugas medis berkata, ma, bahwa aku tak dapat ditolong lagi)
I wanted to tell you, mom, I swear, I really have not drunk anything
(Aku ingin memberitahumu, ma, aku bersumpah, aku benar-benar tidak minum)
It was the other, mommy, who have not given easily
(Orang lain yang mabuk, ma, yang diberikan dengan mudah)
He was probably at the same party as I was, mom, the only difference is this :
(Dia mungkin dari pesta yang sama denganku, ma, satu-satunya perbedaan adalah :)
He has been drinking, and I will die
(Dia sudah minum, dan aku yang akan mati)
Why do people drink, mom?
(Mengapa orang minum minuman beralkohol, ma?)
It can ruin your whole life
(Hal itu dapat merusak seluruh hidupmu)
I now have severe pain, like a knife as sharp
(Aku sekarang merasakan sakit, ma, seperti sebuah pisau yang tajam)
The man who hit me, mom, running around, and I'm lying here dying
(Pria yang menabrakku, ma, lari disekitarku, dan aku terbaring disini sekarat)
He looks stupid
(Dia terlihat bodoh)
Tell my brother that he should not cry, mom, and dad to be brave
(Katakan pada saudaraku bahwa dia tidak boleh menangis, ma dan ayah supaya tetap tegar)
And then when I'm in heaven, mom, writes "Daddy's girl" on my tombstone
(Dan kemudian saat aku di nirwana, ma, tulis "Anak gadis ayah" pada batu nisanku)
Someone should tell him not to drink, mom, and then drive
(Seseorang harus memberitahunya untuk tidak minum, ma, dan kemudian berkendara)
If anyone had told him that, someone, mom, I would live
(Jika ada yang menasehatinya, ma, aku akan tetap hidup)
My breath is getting shorter, mom, I'm very afraid
(Nafasku semakin pendek, ma, aku sangat takut)
Please do not cry for me, mom,
(Harap jangan menangis untukku, ma,)
You were always there when I needed you
(Kau selalu ada ketika aku membutuhkanmu)
I just have one last question, mom, before I go away from here
(Aku hanya punya satu pertanyaan terakhir, ma, sebelum aku pergi dari sini)
I did not drink before driving, why I am the one who must die?
(Aku tidak minum sebelum berkendara, mengapa aku, seseorang yang harus mati?)
*Puisi ini dibacakan oleh seorang siswa di sebuah Sekolah Menengah di Amerika. Minggu sebelumnya, 2 siswa tewas dalam kecelakaan mobil karena minuman keras.